Untuk itu kami imbau masyarakat agar jangan mencemooh mantan napi atau merendahkan mereka, justru kita harus merangkul dan membina agar dari watak yang garang menjadi lebih lunak,"Denpasar (Antara Bali) - Narapidana dan tahanan Muslim yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Kerobokan, Denpasar, diingatkan untuk bertobat dari kesalahan yang pernah dilakukan dalam memaknai Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah.
"Kami ingin mereka bertakwa kepada Allah sehingga mereka bisa bertobat dan tidak mengulangi perbuatannya," kata Khotib Sholat Ied, Suhatril usai memberikan ceramah kepada ratusan warga binaan Muslim di LP Kerobokan Denpasar, Kamis.
Menurut dia, meski berada di balik jeruji besi, namun diharapkan warga binaan itu tidak melupakan ibadah untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Sang Pencipta.
Kepala Seksi Haji dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali yang juga menjadi imam saat melaksanakan ibadah Sholat Ied itu menyakini dengan pendekatan spiritual maka para narapidana dan tahanan itu bisa kembali ke jalan yang benar apabila mereka telah usai menjalani masa hukumannya.
Namun tak jarang, beberapa narapidana yang sempat merasakannya dinginnya sel tahanan kerap kali kembali melakukan kesalahan dengan melakukan aksi kriminal dan masuk ke penjara.
Terkait dengan hal itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar mengajak dan merangkul mantan warga binaan tanpa mencemooh atau merendahkan mantan penghuni hotel prodeo itu.
"Untuk itu kami imbau masyarakat agar jangan mencemooh mantan napi atau merendahkan mereka, justru kita harus merangkul dan membina agar dari watak yang garang menjadi lebih lunak," katanya. (DWA)
Pewarta: Oleh Dewa WigunaEditor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.