Denpasar (Antara Bali) - Sensus penduduk di Bali yang dilaksanakan lebih awal, yakni 7 April - 31 Mei 2010 atau telah berlangsung sepekan, masih banyak terhambat kondisi rumah kosong, sehingga petugas harus rela bolak-balik sampai menemukan tuan rumah guna mendapatkan data penghuni secara akurat.

Seperti di kawasan Kota Denpasar, beberapa petugas sensus penduduk, Selasa mengakui, walaupun sudah berulang kali mendatangi rumah atau kamar sewa, waktunya sering tidak bertepatan dengan penghuni rumah berada di tempat.

"Ini saya sudah bolak-balik lebih dari tiga kali, eh masih banyak juga penduduk yang belum berhasil didata. Kata tetangga sebagian penghuni sedang kerja atau bepergian," ujar Paramitha, petugas SP 2010 saat keluar dari Pondok Mini di Banjar Teruna Sari, kawasan Jalan Gatot Soebroto VI Denpasar, yang dihuni puluhan keluarga.

Padahal bersama sejumlah rekan petugas sensus setempat, mereka sengaja menyisir kawasan pemukiman yang banyak dihuni warga pendatang itu sejak akhir pekan lalu, dengan harapan para penghuninya saat hari libur beristirahat di rumah.

"Lumayan sih, dari ratusan rumah/kamar sewa di banjar (dusun) ini sebagian besar penghuninya sudah berhasil kami data. Tinggal yang penghuninya lebih banyak di luar rumah. Kami harus bisa 'mengintip' kedatangan mereka," ujar Mitha, panggilan Paramitha.

Di berbagai kawasan Kota Denpasar, kini sering terlihat petugas sensus dengan ciri khas mengenakan rompi berwarna biru langit, yang terus hilir-mudik mendatangi rumah-rumah penduduk.

Namun mereka tidak mesti menunggu keberadaan kepala keluarga, tetapi juga dapat meminta data penghuni dari keluarga yang ada di rumah, baik anak maupun anggota keluarga lainnya.

Seperti ketika tim sensus penduduk mendatangi rumah warga di kawasan Jalan Lempuyang, Perumnas Monang Maning, di antaranya meminta data dari Nisha, putri dari salah satu keluarga setempat. "Bapak dan Ibu sedang pergi, ya saya sampaikan saja jumlah dan nama anggota keluarga," ucapnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Ida Komang Wisnu sebelumnya menjelaskan, SP 2010 yang secara nasional dilaksanakana Mei 2010 itu untuk di Pulau Dewata pihaknya mengerahkan 8.216 petugas yang telah diatur pembagian tugasnya ke seluruh daerah.

Selain telah dilakukan pelatihan terhadap petugas sensus, juga diatur pembagian 11.383 blok sensus, koordinasi dengan sembilan kabupaten/kota, 57 kecamatan, 714 desa/kelurahan dan 4.293 banjar atau dusun di Bali.

Ia berharap dukungan media massa menyukseskan program tersebut dengan terus mensosialisasikannya dan warga masyarakat memberikan kemudahan memberikan data nama dan jumlah keluarga yang sebenarnya.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026