Gianyar, Bali (ANTARA) - Bupati Gianyar I Made Mahayastra menekankan Pancasila menjadi landasan dalam mengambil kebijakan publik guna menjamin keutuhan bangsa dan perdamaian yang berkelanjutan.

“Pancasila adalah jangkar moral dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” kata Bupati Gianyar melalui siaran pers di sela memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gianyar, Bali, Senin.

Menurut dia, setiap kebijakan publik wajib berlandaskan prinsip keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, serta memberikan perlindungan kepada kelompok yang paling rentan. 

Selain itu, seluruh komponen bangsa diajak untuk terus melawan segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan paham yang dapat mengganggu harmoni kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

Dia menambahkan kemajuan ekonomi dan teknologi juga harus tetap berpijak pada nilai moral serta ideologi bangsa. 

Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” imbuhnya.

Adapun momentum peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, lanjut dia, kembali meneguhkan komitmen kebangsaan serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religius, persatuan, kemanusiaan, dan keadilan sebagai fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila, imbuh dia, merupakan “bintang penuntun” yang terbukti mampu menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan global. 

Dengan ratusan suku, bahasa, dan budaya, serta lebih dari 17 ribu pulau di tanah air, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang bersatu dalam ikatan keberagaman.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” ujar Mahayastra.



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026