Gianyar, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gianyar memaksimalkan peran perpustakaan daerah di wilayah setempat untuk bertransformasi menjadi berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) guna memberikan nilai tambah layanan publik.

“Perpustakaan bukan lagi sekadar tempat untuk menyimpan buku, tetapi harus berubah menjadi wahana pengembangan kreativitas agar relevan dengan kebutuhan masyarakat modern,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gianyar Ida Ayu Putu Eka Susanti pada peringatan Hari Perpustakaan di Gianyar, Senin.

Ia menjelaskan langkah tersebut sejalan dengan program prioritas Presiden RI dalam Asta Cita, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia, lingkungan, budaya, serta karakter bangsa.

Untuk itu, terdapat tiga kebijakan nasional yang diterapkan, yaitu pemerataan dan peningkatan kualitas layanan melalui penguatan kelembagaan, peningkatan standar akreditasi, penyediaan bahan bacaan bermutu, serta perluasan akses digital dan layanan keliling.

“Peringatan Hari Perpustakaan ini menegaskan kembali makna kehadiran perpustakaan. Perubahan cara pandang dan perilaku masyarakat dalam mengakses dan memahami informasi menuntut kami untuk memastikan arah kerja yang relevan,” katanya.

Untuk mendukung upaya tersebut, pihaknya menggelar bimbingan teknis pengelolaan perpustakaan yang diikuti oleh 90 pengelola perpustakaan tingkat Sekolah Dasar (SD) serta desa/kelurahan. Pelatihan ini dibagi menjadi tiga gelombang, mulai 18 Mei hingga 3 Juni 2026.

Ketua Panitia Pelaksana Bimtek, I Gede Wayan Astina, menjelaskan bimbingan ini diadakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga pendidik serta aparatur di tingkat desa dan kelurahan selaku pengelola perpustakaan.



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026