Pekanbaru, (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan luas kebakaran hutan dan lahan secara nasional selama 2026 ini sudah mencapai 52 ribu hektare atau sudah berpuluh kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Hanif usai apel pengendalian karhutla di Lapangan PT Pertamina Hulu Rokan di Pekanbaru, Riau, Sabtu mengatakan kebakaran ini cukup besar dan tersebar terutama di Provinsi Riau dan Kalimantan Barat.
"Berdasarkan data SiPongi (Sistem Informasi Peringatan dan Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan) dua tiga hari kemarin sudah 52 ribu hektare. Angka bukan ini juga berkali-kali dibandingkan bukan yang sama tahun 2025," katanya.
Lebih lanjut dia meminta untuk mengaktifkan semua unsur hingga ke tingkat tapak untuk menanggulangi karhutla. Pekan depan dirinya akan bergeser ke Kalimantan Barat untuk memeriksa kesiapan pemerintah provinsi serta kabupaten dan kota di sana.
Menurutnya kebakaran tahun ini disebabkan oleh musim kemarau yang panjang dan tinggi air gambut yang berkurang. Pihaknya melakukan dia cara yakni melalui operasi modifikasi cuaca oleh badan Penanggulangan Bencana Nasional dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dan kedua memperbanyak sekat-sekat kanal.
Luasnya Karhutla 2026 lanjutnya mengindikasikan kesiapsiagaan dari awal memang sangat dimintakan. Maka dari itu dia meminta daerah rawan bencana untuk saling mengingatkan dan memberi dukungan dan semangat menghadirkan lingkungan yang baik.
Pewarta: Bayu Agustari AdhaEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026