Badung, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Badung menggencarkan sosialisasi pengelolaan sampah kepada masyarakat sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan sampah.
“Saat ini persoalan sampah menjadi tantangan serius. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk mulai disiplin memilah sampah, baik organik, anorganik, maupun plastik,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di sela menghadiri prosesi ritual agama Hindu Ngodak Pelawatan di Desa Adat Carangsari di Badung, Rabu.
Ia mengatakan kesadaran kolektif dalam pengelolaan lingkungan terutama terkait persoalan sampah yang kian kompleks perlu untuk terus dilakukan untuk membangun kesadaran masyarakat.
Oleh karena itu, pihaknya juga mendorong jajaran pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa agar berperan aktif mengedukasi warga terkait sampah.
“Kami berharap camat, perbekel, perangkat desa, dan tokoh masyarakat dapat bersama-sama mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah,” kata dia.
Bupati Adi Arnawa menjelaskan ke depan akan ada langkah konkret berupa penegakan aturan terhadap pelanggaran pengelolaan sampah guna menjaga kelestarian lingkungan, bentuk keseriusan dan komitmen pemerintah daerah.
Menurut dia, tindakan tegas terhadap pelanggaran pengelolaan sampah itu diterapkan bukan semata penegakan hukum, tetapi upaya menjaga lingkungan agar tetap bersih dan lestari.
“Jangan lagi membuang sampah ke sungai. Mari bersama jaga lingkungan bersama. Sampah organik masih bisa dimanfaatkan, asalkan tidak tercampur dengan plastik,” kata dia.
Pewarta: Rolandus Nampu/Fikri YusufEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026