Badung, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Badung menjadikan peringatan Hari Air Sedunia (World Water Day) 2026 sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Peringatan Hari Air Sedunia ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan dan inklusif,” ujar Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta di Mangupura, Jumat.
Ia mengatakan peringatan Hari Air Sedunia itu pada tahun ini mengusung tema Water and Gender atau Air dan Kesetaraan Gender.
“Tema ini menjadi pengingat bahwa kelestarian air merupakan tanggung jawab bersama, baik laki-laki maupun perempuan, termasuk dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut,” kata dia.
Di wilayah Badung, peringatan itu dirangkaikan dengan kegiatan aksi bersih pantai yang dilakukan di kawasan Pantai Kelan sebagai salah satu wujud komitmen Pemkab Badung dalam menjaga lingkungan.
Wabup Bagus Alit Sucipta mengungkapkan pihaknya mengapresiasi seluruh jajaran pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat yang telah melaksanakan aksi kebersihan serentak di pesisir pantai Badung.
“Kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan pondasi utama sektor pariwisata di Kabupaten Badung. Oleh karena itu, lingkungan yang bersih dan lestari harus terus dijaga sebagai warisan bagi generasi mendatang,” ungkap dia.
Ia menambahkan persoalan sampah tidak akan pernah selesai jika seluruh pihak dan masyarakat hanya berfokus pada pembersihan di hilir.
Pemkab Badung juga telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari camat, kepala desa, lurah hingga kepala desa adat untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber.
“Upaya ini dilakukan karena mulai 1 April mendatang tidak boleh lagi ada sampah organik yang dibawa ke TPA Suwung. Sampah organik wajib diselesaikan dari sumbernya,” tambah Wabup Bagus Alit Sucipta.
Pada kesempatan itu, Wabup Bagus Alit Sucipta juga menyerahkan secara simbolis bantuan 30 unit tong komposter kepada para Lurah se-Kecamatan Kuta.
Bantuan itu merupakan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) CSR dari RS. Kasih Ibu sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah organik di tingkat sumber.
“Aksi hari ini kami harapkan dapat menjadi budaya dan gaya hidup masyarakat, dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sebagai kunci mewujudkan Badung yang bersih, indah, dan berkelanjutan,” pungkas Wabup Bagus Alit Sucipta.
Pewarta: Rolandus Nampu/Fikri YusufEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026