Jakarta (ANTARA) - ANTARA mengenalkan eksistensinya sebagai Kantor Berita Nasional kepada masyarakat luas melalui mudik gratis bersama BUMN gelombang kedua yang diselenggarakan pada Rabu.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTARA, Aria Bimo Setyo Pramono saat memberangkatkan peserta mudik gratis dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu, mengatakan sebanyak 80 peserta yang mengikuti program ini tidak hanya dari kalangan internal pegawai ANTARA, tetapi juga menjangkau masyarakat umum.
"Kami senang, dengan harapan memang 50-50, yaitu 50 persen dari ANTARA, 50 persen lainnya umum. Dengan begitu, masyarakat bisa mengenal lebih dekat Kantor Berita Nasional ini," katanya.
Aria berharap pada tahun-tahun berikutnya, pelayanan mudik gratis ANTARA bisa lebih baik dari ini, dengan persiapan yang lebih matang, serta sumber daya lebih baik.
"Tentu juga kami terus memperbaiki kerja sama, networking dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) lebih baik," ujar dia.
Melalui mudik gratis kali ini, Aria juga berharap para peserta dapat lebih banyak menikmati waktu berkualitas bersama orang-orang terdekat, dan pulang ke keluarga dengan perasaan yang gembira.
"Kami melihat bahwa setidaknya begitu mereka bersama-sama dengan komunitasnya, mereka punya teman mudik yang satu tujuan, satu asal, sehingga mereka juga kami harapkan bisa menjalani perjalanannya dengan senang," ucap Aria.
Sementara itu, Fahruddin, pemudik asal Lamongan, Jawa Timur, mengaku lebih bisa mengenal tentang ANTARA setelah mengikuti program mudik gratis ini.
"Selain pendaftarannya mudah, saya juga jadi lebih tahu tentang Kantor Berita ini yang setiap hari menyajikan informasi-informasi aktual, penting, update, dan terpercaya," katanya.
Fahruddin berharap ke depan mudik gratis bersama ANTARA bisa lebih baik lagi dengan fasilitas yang lebih lengkap. Ia mengaku bisa mendapatkan banyak kemudahan dengan mudik gratis kali ini.
"Dengan program ini jadi saya tidak perlu war (berebut) tiket di platform-platform yang lain, proses pendaftarannya juga cukup mudah, hanya menyertakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan tak sampai seminggu sudah ada pengumumannya," tuturnya.
Pewarta: Lintang Budiyanti PrameswariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026