Gianyar, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar dan Desa Adat Gianyar, Bali, menampilkan sejumlah tari sakral saat upacara penyucian alam semesta dan umat manusia atau Tawur Agung Kesanga pada H-1 menyambut Hari Suci Nyepi.
“Semoga rangkaian upacara ini, alam semesta dipenuhi kerahayuan dan kedamaian,” kata Bendesa (Pemimpin) Adat Gianyar Anak Agung Gde Mayun di Catus Pata Puri Gianyar, Rabu.
Adapun tari sakral itu yakni Wayang Lemah, Rejang Dewa, Baris Gede, serta Topeng Wali.
Tarian tersebut dipentaskan oleh seniman terlatih yang hanya ditampilkan saat upacara keagamaan tertentu, sehingga jarang disaksikan langsung masyarakat.
Tari sakral itu menjadi bagian penting dalam sebuah ritual keagamaan yang bertujuan memberikan keharmonisan hubungan antara sesama manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan.
Penampilan tari sakral itu dirangkaikan pada upacara Tawur Agung Kesanga, upacara skala besar yang dilaksanakan bertujuan menetralkan energi negatif yang ada di alam semesta atau Bhuwana Agung dan manusia atau Bhuwana Alit, menyambut Tahun Baru Saka 1948.
Upacara itu dipimpin oleh sulinggih atau rohaniawan Hindu dengan tingkatan upacara utama.
Pada upacara tersebut dilaksanakan di titik penting di wilayah perdesaan dan perkotaan yang diadakan mulai pukul 09.00 WITA sehari sebelum Hari Suci Nyepi.
Bendesa Adat Gianyar menambahkan sebelumnya juga telah dilaksanakan prosesi melasti di pantai sebagai upaya penyucian alam semesta dan diri manusia.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026