"Kebetulan ide menerbitkan komik ini bermula dari murid kami berkewarganegaraan Jepang Akiko Nozawa yang berniat memperkenalkan cerita-cerita rakyat Bali di negaranya," kata I Gusti Ngurah Adiputra selaku pemimpin Sanggar Bona di Desa Bona, Kabupaten Gianyar, Minggu.
Komik tersebut mengetengahkan cerita klasik rakyat Bali yang akrab di telinga anak-anak pada era 1970-an, seperti Sang Cangak, Sang Mong, I Bawang lan I Kesuna, Ii Lutung, dan Sang Kancil.
Menurut Adiputra, muridnya yang kini tinggal di Nagoya, Jepang, itu terketuk hatinya tentang kondisi kemanusiaan dan lingkungan di Bali di tengah peradaban modern.
"Dia ingin merevitalisasi dan menyelamatkan sastra Bali melalui cerita-cerita klasik yang diperkenalkan kepada anak-anak di Jepang sejak dini," katanya.
Komik-komik itu kini telah tersebar di 77 unit TK di Jepang, terutama di wilayah yang pernah diterjang gelombang tsunami, seperti Iwate, Miyagi, dan Fukushima. (M038)
Pewarta: Oleh I Putu Arthayasa: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.