Gianyar, Bali (ANTARA) - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Gianyar, menegaskan kemampuan membaca, menulis dan berhitung (calistung) tidak menjadi syarat wajib kepada anak yang masuk jenjang pendidikan sekolah dasar (SD).
“Itu tidak seharusnya menjadi beban bagi peserta didik di kelas awal,” kata Bunda PAUD Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra di Gianyar, Bali, Jumat.
Menurut dia, dalam proses transisi dari PAUD ke SD, proses pembelajaran perlu dilakukan secara bertahap, menyenangkan, dan disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang anak.
Pada masa transisi ini, ia berkeliling ke sejumlah sekolah untuk memastikan proses pembelajaran dari PAUD ke SD berjalan secara holistik dan integratif.
Istri Bupati Gianyar itu menambahkan pendidikan anak usia dini perlu dilaksanakan secara holistik dan integratif dengan memperhatikan berbagai kebutuhan dasar anak, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan gizi.
Pelayanan tersebut diberikan tanpa membedakan anak, termasuk anak berkebutuhan khusus atau dalam pendidikan inklusif.
“Semua anak harus mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama, baik anak yang berkembang secara umum maupun anak dalam pendidikan inklusif," jelasnya.
Selama proses transisi itu, ia menekankan komunikasi antara orang tua, anak, dan guru menjadi hal penting dalam mengetahui perkembangan serta kebutuhan masing-masing anak.
Tak hanya itu, ia juga mendorong penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.
Selain itu, orang tua juga diingatkan untuk mengawasi dan mengontrol penggunaan teknologi, khususnya telepon seluler, agar tidak mengganggu tumbuh kembang dan proses belajar anak.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.