Gianyar, Bali (ANTARA) - Komando Resor Militer (Korem) 163/Wira Satya mengawal kelancaran dan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari awal hingga proses distribusi di Bali.

“Kami ikut membantu, sehingga harapannya keamanan dari makanan itu terjaga sampai didistribusikan,” kata Komandan Korem 163 Wira Satya Brigadir Jenderal TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra di sela peninjauan Program MBG di Desa Celuk, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin.

Pihaknya ikut mengawal pelaksanaan sejak bahan pangan masuk di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengolahan makanan, hingga distribusi kepada sasaran.

Ia menekankan agar makanan dari Program MBG itu berkualitas dan mengandung nilai gizi yang cukup kepada penerima manfaat.

Adapun penerima manfaat itu yakni pelajar dan kelompok 3B (balita, ibu hamil dan ibu menyusui) yang diharapkan dapat mendukung Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan menekan angka stunting sejak dini.

“Sampai saat ini di Bali belum terdapat masalah signifikan,” ucapnya.

Komandan Korem juga mendorong pelaku usaha, termasuk mitra yang ingin bergabung mendirikan dapur SPPG, guna mempercepat penyaluran program.

Meski begitu ia menekankan agar sebelum mengelola dapur SPPG, persyaratan seperti legalitas dan tempat untuk dijadikan dapur sudah tersedia dengan akses yang mudah dicapai masyarakat.

“TNI akan terus mendorong mereka yang ingin mendirikan SPPG, tapi dengan catatan sudah ada tanah bersertifikat, tempat yang sesuai dengan ketentuan, radius sekian sehingga bisa dijangkau untuk distribusi,” ucapnya.

Sementara itu Koordinator SPPG Bali Diah Ernitasari menjelaskan hingga saat ini di Pulau Dewata sudah berdiri 212 SPPG dari target ideal sekitar 355 SPPG.

Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota di Bali untuk mempercepat pertambahan SPPG.

Adapun Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bali pada 2026 menyasar sebanyak 507 ribu penerima manfaat Program MBG, termasuk pelajar dan kelompok 3B.



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026