"Kenapa alat X-Ray yang sudah enam bulan lalu diserahkan hingga kini tidak dipasang? Polda Bali tidak profesional dan teledor. Jangan sampai karena keteledoran itu, keamanan Bali jadi taruhan," katanya di Denpasar, Senin.
Kalau ada kendala teknis sebagaimana disebutkan pihak Polda Bali, kata Kariyasa Adnyana, maka sangat tidak masuk akal dan kesannya mengada-ada karena pemasangan X-Ray tersebut mestinya sudah jauh-jauh hari dipikirkan dan dipersiapkan dengan matang.
"Kami di DPRD sejak dulu sangat berharap ada X-Ray untuk mengamankan Bali dari berbagai ancaman keamanan sehingga dengan deteksi alat tersebut pemeriksaan lebih optimal," ujarnya.
Menurut dia, pemeriksaan secara manual dengan alat tidak memadai sering kali menimbulkan kecerobohan di pintu-pintu masuk Bali, maka keberadaan X-Ray ini sangat penting.
"Kalau alasannya soal masalah teknis dan X-Ray sampai nganggur selama enam bulan, kami nilai itu alasan yang mengada-ada karena mestinya soal tempat dan operasionalnya sudah dipikirkan sejak awal," kata politikus PDIP.
Pihaknya ingin mengetahui lebih jelas kendala belum terpasangnya alat pengamanan yang dianggarkan di APBD induk Pemprov Bali tahun 2012 dan menelan dana sebesar Rp58 miliar lebih itu. (LHS)
Pewarta: Oleh I Komang Suparta: Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.