Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menggandeng BUMN bidang telekomunikasi digital PT Telkom Indonesia (Persero) untuk mendorong digitalisasi di wilayah tersebut semakin baik.
Gubernur Bali Wayan Koster dalam keterangan di Denpasar, Jumat, mengatakan menyambut baik rencana-rencana Telkom seperti pemasangan CCTV di seluruh Bali hingga mendukung pengembangan planetarium di Turyapada Tower.
“Kita arahkan Telkom untuk memperkuat kolaborasi dengan Kominfos Bali, apa yang perlu didukung Telkom agar digitalisasi dan sistem informasi Bali semakin baik,” kata dia.
Pemprov Bali menargetkan Bali mencapai zero blank spot yaitu cakupan sinyal 100 persen di seluruh wilayahnya, termasuk siaran televisi yang dapat menjangkau seluruh pulau tanpa terkecuali, sehingga menara pemancar Turyapada Tower menjadi solusinya.
“Silahkan dirancang dengan matang dan dilanjutkan melalui koordinasi teknis,” kata Koster.
“Target harus jelas, kita upayakan bersama agar Bali zero blank spot dan sinyal menjangkau seluruh wilayah, siaran TV juga harus bisa diterima masyarakat di seluruh Bali,” ujar dia sambil meminta Dinas Kominfos Bali sebagai penghubung teknis dalam tindak lanjut kerja sama digital antara Pemprov Bali dan Telkom.
Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia Veranita Yosephine Sinaga mengatakan kesiapan mereka berkolaborasi dalam penguatan konektivitas, keamanan informasi, hingga pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
“Kami siap bersinergi dengan Pemprov Bali, kami investasi besar dalam talenta dan teknologi, dan memerlukan inisiatif dari pemerintah untuk menguatkan ekosistem ini, kami akan mendukung penuh,” kata dia menjamin.
Adapun langkah yang diambilnya seperti mendukung Turyapada Tower, yang dianggap sebagai infrastruktur komunikasi satu-satunya di dunia yang berdiri pada ketinggian dengan panorama alam yang luar biasa.
“Kami mendukung sepenuhnya Turyapada Tower, termasuk aspek transmisi bersama Kominfos Bali untuk rencana pengembangan planetarium di kawasan tersebut, kami juga siap berkolaborasi,” katanya.
Selain itu sudah disiapkan rencana pemasangan CCTV di seluruh Bali sebagai bagian dari sistem keamanan terpadu daerah.
Ia mengatakan tahap awal telah berjalan, memanfaatkan teknologi AI yang mampu melakukan deteksi kebencanaan secara real time, termasuk ketinggian air, potensi longsor, dan data lingkungan lain yang dapat dikirim langsung ke command center.
“Langkah-langkah ini akan kami tindak lanjut bersama Telkom pusat,” ujar dia.
