Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster mendorong organisasi karang taruna agar berkolaborasi dengan sekaa teruna teruni (STT) atau organisasi kepemudaan tradisional berbasis desa adat.
Hal ini disampaikan Koster saat menerima kunjungan Pengurus Karang Taruna Nasional, di mana menurut dia semestinya organisasi tersebut diperkuat karena saat ini karang taruna tak terdengar gaungnya.
“Di Bali ada dua jenis desa, desa adat dan desa dinas, dan di masing-masingnya ada sekaa teruna teruni, jadi karang taruna dapat bersinergi dengan kekuatan pemuda lokal ini agar pembinaan generasi muda semakin baik,” kata Gubernur Bali dalam keterangan Pemprov Bali di Denpasar, Selasa.
Dengan memanfaatkan kearifan lokal yang ada, ia meyakini organisasi karang taruna akan kembali berkembang seperti dulu saat Gubernur Koster menjadi anggota DPR RI yang memfasilitasi kegiatan karang taruna.
“Tentu saya mendukung penuh pengembangan karang taruna, sayang sekali karena belakangan tidak terdengar gaungnya, saya sangat mendorong agar karang taruna khususnya di Bali aktif kembali,” ujar Wayan Koster.
Pemprov Bali sendiri melihat karang taruna memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan generasi muda dalam berkarya, berkreativitas, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah dan negara, kemudian pemerintah daerah bertugas mendukung proses pembinaannya.
Dengan demikian diharapkan kehadiran Karang Taruna Nasional menjadi momentum kebangkitan kembali aktivitas kepemudaan yang lebih produktif, inklusif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Kaderisasi Karang Taruna Nasional Bahtiar Sebayang membenarkan redup bahkan vakumnya organisasi kepemudaan itu selama dua tahun baik di Bali maupun daerah lain.
Untuk itu kehadirannya di Bali guna memulai kembali membangun komunikasi dengan pemerintah daerah terkait arah pembinaan organisasi ke depan.
Membangkitkan peran organisasi tersebut mulai dari penataan struktur, penguatan kaderisasi, serta penyelenggaraan temu karya daerah.
“Kami akan tata kembali organisasi, termasuk di Bali, kami ingin karang taruna di daerah menjadi produktif, tahun depan kami berharap bisa mengesahkan kembali kepengurusan Karang Taruna Bali, mohon dukungan dari Bapak Gubernur,” ucap Bahtiar.
Karang Taruna Nasional juga menjanjikan ke depan agenda para pemuda pemudi tersebut semakin meriah dan berkontribusi terhadap bangsa dan daerah, sebab mereka garda di tingkat kelurahan dan desa.
Bahtiar juga menegaskan bahwa Peraturan Menteri Sosial (Permensos) terbaru menekankan pentingnya sinergi antara karang taruna dan pemerintah daerah.
Regulasi ini mengisyaratkan bahwa karang taruna harus kembali berperan sebagai mitra resmi pemerintah dalam pembinaan generasi muda.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2026