Bangli, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli, Bali, membangun ekosistem perlindungan hak kekayaan intelektual (Haki) guna mendukung pengembangan ekonomi kreatif berkelanjutan.
“Kami memiliki segalanya untuk pusat ekonomi kreatif namun kami belum memberikan perlindungan memadai terhadap karya cipta,” kata Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar di Bangli, Bali, Selasa.
Untuk itu, pihaknya membuat gerakan bangkit hak kekayaan intelektual Bangli bisa atau Gerbang Haki Bisa yang menandai dibentuknya Sentra Haki dan Sekolah Haki untuk melindungi dan mengembangkan aset intelektual daerah.
Melalui gerakan itu, pihaknya memberikan perlindungan, fasilitasi, edukasi, pendampingan, dan pembentukan pusat layanan Haki.
Ia berharap gerakan itu menjadi strategi termasuk kepada pelaku kekayaan intelektual untuk mengoptimalkan pendaftaran karya ciptanya.
Pasalnya, lanjut dia, Bangli memiliki potensi besar mulai dari ikon pariwisata Gunung Batur dan Desa Penglipuran, hingga kekayaan seni budaya masyarakat yang menghasilkan kerajinan tangan unik dan bernilai tinggi.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Bangli I Nengah Wikrama menambahkan inisiatif gerakan itu lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya tingkat kepemilikan Haki di Bangli.
Padahal, kata dia, kabupaten berhawa sejuk itu memiliki kekayaan alam, budaya, dan kreativitas masyarakat yang tak ternilai harganya.
Gerakan tersebut juga diharapkan memperkuat regulasi yang sudah diterbitkan yaitu Peraturan Bupati Nomor 23 Tahun 2025 tentang perlindungan Haki, Sentra Haki, dan Sekolah Haki.
"Permasalahan utama yang kami identifikasi adalah kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pendaftaran HAKI, serta belum adanya fasilitas pendukung yang memadai dan kami membutuhkan gerakan yang lebih masif, yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Pemkab Bangli mencatat Indeks Inovasi Daerah (IID) di daerah itu mengalami peningkatan pada 2022 hingga 2024, tumbuh signifikan dari 36,51 menjadi 63,33.
Ada pun jumlah inovasi yang dilaporkan juga melonjak drastis dari tujuh inovasi pada 2022 menjadi 53 inovasi pada 2024.
Sedangkan untuk 2025 berdasarkan perhitungan mandiri, IID diperkirakan naik menjadi 73,96 dengan total 106 inovasi.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2026