Denpasar (Antara Bali) - Petugas sensus penduduk 2010 harus diberi pelatihan untuk mendapatkan data yang valid di masyarakat, kata Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Selasa.

"Jangan sampai dalam mendata penduduk hanya berdasarkan data yang tertulis, tapi petugas harus langsung turun ke masing-masing rumah penduduk," kata dia di Denpasar.

Di hadapan peserta pelatihan petugas lapangan sensus penduduk Kota Denpasar itu, ia mengatakan, data kependudukan tidak valid akan mengganggu keberhasilan program pembangunan.

Apalagi kalau petugas sensus penduduk kurang cermat, kata dia, dalam mendata keberadaan riil penduduk akan menghambat kesuksesan suatu program pembangunan.         

"Untuk itu kami minta petugas sensus penduduk yang mendata di Denpasar harus benar-benar secara teliti melakukan sensus, sehingga kami dapat dengan mudah menjabarkan program pembangunan di kota ini ke depannya," kata Rai Mantra.

Ia mengatakan, tidak adanya kendali yang baik terhadap jumlah penduduk bisa mengakibatkan ledakan penduduk, sehingga menimbulkan masalah sosial dan memperlemah ketahanan wilayah.

"Sensus penduduk inilah yang akan dijadikan suatu patokan dalam upaya perencanaan pembangunan di perkotaan tersebut," ucapnya.

Dikatakan, bebasnya urbanisasi masuk dan keluar tanpa aturan dan pengawasan yang jelas juga akan menuai masalah. Kedua masalah ini merupakan bibit awal masalah-masalah lainnya di berbagai sektor.

Rai Mantra menyatakan, perencanaan merupakan komponen penting dalam pembangunan, sebuah rencana memerlukan masukan yang baik dan akurat berupa data valid, terkini dan terpercaya.

Data ini menurut Rai Mantra, meliputi seluruh komponen kehidupan dari data ekonomi, pertanian, sosial, budaya, politik dan data lintas sektoral lainnya. 

"Selain itu pencatatan data penduduk dengan akurat bukan saja memudahkan dalam menjabarkan program pembangunan, tetapi sekaligus dapat mengetahui kondisi ekonomi sosial masyarakat," kata dia.         

Rai Mantra menjelaskan, berbagai upaya sudah dilakukan dalam meminimalisasi terjadinya kesalahan data kependudukan di Denpasar.

Salah satunya dengan menerapkan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik yang berbasis beo metrik, yang baru diterapkan di Kecamatan Denpasar Barat.

"Melalui e-KTP diharapkan ke depan tidak ada lagi penduduk Denpasar memiliki KTP ganda karena sudah sistem ini sudah menyangkut data base," ujarnya.

Selain itu kata Rai Mantra, pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan dapat bekerja lebih efektif dan efisien serta memiliki data pasti terkait dengan data kependudukan yang lebih terperinci serta akurat.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Denpasar I Wayan Suta mengatakan, pelatihan ini tujuannya untuk menyamakan persepsi tentang konsep definisi yang akan dipakai acuan oleh petugas lapangan dalam melakukan pendataan di lapangan.

"Petugas lapangan tahun ini direkrut melalui kepala desa dan kelurahan yang berjumlah 1.822 orang. Tempat pelatihan disebar di tujuh lokasi dengan empat angkatan," katanya.               

Sensus Penduduk 2010 akan dilakukan mulai 7 April hingga 31 Mei 2010. Untuk itu diharapkan warga masyarakat untuk memberikan jawaban dan data akurat sesuai dengan pertanyaan dari petugas sensus.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026