"Dari 550 bacaleg pada Selasa (22/5) pagi, menjadi 558 pada malam hari, memang tidak seluruh bacaleg itu bisa melengkapi berkas dalam waktu singkat," ujar Sekretaris Jenderal DPP PBB BM Wibowo di Jakarta, Jumat.
Wibowo mengatakan kendala yang paling sulit untuk dilengkapi oleh bacaleg adalah legalisir ijazah, karena bacaleg yang sekolah di kampung halaman harus kembali ke daerah masing-masing untuk melengkapi legalisir ijazah.
"Ada bacaleg yang bolak-balik Ambon dalam satu hari untuk melegalisir ijazah. Untuk bacaleg yang memungkinkan, itu mudah, tapi yang tidak memungkinkan ini kendala," ujar Wibowo, menuturkan.
Sehingga, lanjut Wibowo, PBB harus mencoret 10 nama bacaleg yang tidak mampu melengkapi administrasi tersebut pada hari terakhir, dan langsung menggantinya dengan bacaleg baru. (*/WRA)
Pewarta: Oleh Sella Panduarsa GaretaEditor : I Gede Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.