Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan duka atas bencana banjir di Bali yang menelan korban jiwa, seraya menegaskan solidaritas Malaysia kepada bangsa Indonesia.
"Di momen yang menyakitkan ini, saya berdiri dalam solidaritas dengan Presiden Prabowo dan rakyat Indonesia. Malaysia berduka bersama Anda," kata Anwar dalam keterangan pers di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Jumat (12/9).
Dia menyebut bencana itu sebagai peristiwa tragis dan mendoakan mereka yang terdampak diberi ketabahan.
"Saya sangat berduka atas hilangnya nyawa yang tragis akibat banjir bandang di Bali. Doa dan pikiran saya menyertai keluarga yang telah kehilangan orang terkasih, dan mereka yang rumah dan mata pencahariannya terdampak," kata Anwar.
"Kami akan terus mendoakan. Rakyat Bali di hati kami, semoga mereka lekas pulih dari bencana ini," katanya, menambahkan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI melaporkan angka kematian akibat banjir di Bali mencapai 16 orang dan semuanya telah dievakuasi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa berdasarkan laporan dari tim gabungan, satu dari dua korban hilang berhasil ditemukan.
Baca juga: Pemerintah gotong royong pulihkan kerusakan dampak banjir di Bali
Baca juga: PMI Pusat kirim 2,5 ton bantuan untuk korban banjir di Bali
Baca juga: Kapolsek: Satu keluarga di Badung Bali hilang terseret banjir
Baca juga: Wapres Gibran minta prioritaskan pengungsi berkebutuhan khusus di Bali
Baca juga: BPBD catat jumlah korban meninggal akibat banjir se-Bali 18 orang
Baca juga: Kapolsek: Satu keluarga di Badung Bali hilang terseret banjir
Baca juga: Wapres Gibran tenangkan pengungsi banjir di Denpasar
