Denpasar (ANTARA) - Komunitas pariwisata di Bali mendistribusikan surplus makanan dari hotel-hotel ke pemukiman warga di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung.
General Manager Intrepid Destination Management Company (DMC) Indonesia Ravindra Singh mengatakan dari gerakan yang dipelopori perusahaan perjalanan wisatanya ini terkumpul 150 paket makanan.
“Kegiatan ini mencakup semua relasi, karyawan, wisatawan dan mitra untuk menyajikan bahwa komunitas pariwisata secara nyata benar-benar berdampak positif terhadap masyarakat setempat,” kata dia di Denpasar, Kamis.
Dalam aksi ini, mereka berhasil mengumpulkan beras, ikan salmon, dan roti dari sejumlah hotel di Bali.
Ia menjelaskan makanan yang dikumpulkan bukan makanan sisa, melainkan surplus yang tidak digunakan hotel mengingat bahan makanan hotel tidak akan dipakai lagi lewat dari satu hari.
Baca juga: DKLH Pemda Bali umumkan penutupan TPA Suwung tiap Rabu
“Seperti makanan dari salmon itu dari Hardrock Hotel, hotel tidak mau lewat dari sehari menggunakan, tapi kalau untuk kita hari kedua juga tidak masalah kan, jadi bahan mentah ini hari kedua kami masak dan langsung bagikan,” ujarnya.
Komunitas pariwisata ingin menjawab tantangan banyaknya surplus makanan yang berujung mubazir pangan dari sektor perhotelan, padahal Indonesia masih membutuhkan upaya penanganan kelaparan.
Pada peringatan tahunan yang diberi nama Intrepid Day ini, mereka menggandeng Scholar of Sustenance (SOS) organisasi nirlaba yang aktif membagikan surplus makanan di Indonesia.
Jika hari biasa mereka membagikan paket makanan ke panti-panti di Bali, kali ini mereka memutuskan menyasar masyarakat di pemukiman TPA Suwung yang sehari-hari hanya mengandalkan kegiatan mengepul sampah untuk membiayai hidup.
“Jadi kami seharian memasak, memasukkan ke kotak dan membagikan surplus pangan kepada warga TPA Suwung, memasaknya di sini, untuk bumbu-bumbu di SOS sudah ada, awalnya target 100 ternyata hasilnya 150 paket,” ujar Ravindra.
Untuk menu lainnya, seperti sayur dan mi, Intrepid membeli untuk melengkapi lauk sehat sebab tidak ada sumbangan yang masuk.

Salah satu penerima bernama Sare (60) mengaku senang karena mendapat makanan lengkap beserta roti yang bisa ia makan bersama cucunya.
“Enak, senang saya bahagia,” ucapnya.
Ia yang sehari-hari bekerja mengumpulkan barang bekas itu, mengatakan makanan yang ia terima terasa mewah terutama karena berisi ikan salmon.
Menurut dia, hal ini menjadi bukti bahwa komunitas pariwisata hadir dan menaruh kepedulian terhadap mereka.
Baca juga: Menteri LH: Penutupan TPA Suwung itu kewenangan Menteri PU
“Terima kasih sudah kemari, makanannya sehat segar lengkap untuk cucu,” kata dia.
Melihat dampak baik dari kegiatan ini, Ravindra memastikan akan melanjutkan aksi ini dan mempelopori komunitas pariwisata dalam menangani masalah kelaparan.
