Denpasar (ANTARA) - Pemilik Kerajinan Gerabah Merta Sari Denpasar Nyoman Sulasmi berharap kaum muda Bali bisa jadi generasi penerus dengan semakin banyak yang menggeluti profesi perajin gerabah.
"Mungkin karena kesannya yang kotor, anak-anak muda sekarang tidak tertarik dengan profesi sebagai perajin gerabah yang sesungguhnya memiliki prospek yang cukup menguntungkan," kata Sulasmi di Banjar Binoh Kaja, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, Rabu.
Menurutnya, dari 20 orang perajin yang masih aktif dan menjadi binaannya sampai saat ini, semuanya merupakan ibu rumah tangga yang sudah berumur di atas 55 tahun.
"Para perajin yang ada selain sudah pada umur, juga nyaris tak ditemukan kaum lelaki," katanya.
Sulasmi menyebutkan, warga yang masih berusia muda umumnya lebih memilih pekerjaan di perkantoran, dan luar negeri sehingga enggan menjadi perajin gerabah.
Padahal, menurut dia, prospek sebagai perajin gerabah apabila dilakukan secara serius, masih sangat menjanjikan dan tidak kalah dengan profesi lainnya.
Senada dengan Nyoman Sulasmi, pengelola Kerajinan Gerabah Merta Sari, Made Meni Artini, Banjar Binoh Kaja sebagai sentra gerabah di Bali, harus dipertahankan agar keberadaannya tidak punah.
Untuk itu, ia sebagai generasi penerus akan selalu berusaha mempertahankan dengan melakukan berbagai inovasi produk yang dihasilkan, termasuk mendorong generasi muda untuk mau melakoni pekerjaan sebagai perajin gerabah.
Dikatakannya, produk atau hasil kerajinan Gerabah Merta Sari selama ini tidak pernah sepi dari permintaan. Produk tersebut antara lain berupa cobek, pane, paso, gentong berukuran besar dan kecil, pot bunga dan juga ketipluk, yang semuanya dijual dengan harga yang dapat dijangkau oleh konsumen.
"Produk-produk seperti alat perlengkapan upacara di Bali juga sangat laris. Ini berarti prospek ke depan akan selalu ada," katanya.
Ia melanjutkan inovasi jadi hal penting yang harus selalu dilakukan agar hasil produksi yang telah memiliki ciri khas dari usahanya bisa bersaing di pasaran, termasuk dalam membaca peluang usaha di lapangan.
Nyoman Sulasmi menjelaskan saat ini produknya tidak hanya dijual di daerah Bali saja tetapi produk Gerabah Merta Sari juga dijual keluar Pulau Bali meliputi Lampung, Sulawesi dan Kalimantan.

Seorang perajin membuat gerabah di Kerajinan Gerabah Merta Sari di Banjar Binoh Kaja, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali, Rabu (11/6/2025). ANTARA/Kadek Feriska Dwi Saputra.
