"Kedua kegiatan, baik sensus pertanian maupun pilkada yang tidak mempunyai kaitan satu sama lain diharapkan dapat terlaksana dengan baik dan sukses, karena masing-masing dengan persiapan yang matang," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Gede Suarsa di Denpasar, Jumat.
Menurut dia, sensus pertanian yang melibatkan 3.800 petugas sensus di sembilan kabupaten/kota akan melakukan pendataan ke masing-masing rumah tangga sasaran pada 1-31 Mei 2013, sedangkan Pilkada Bali digelar 15 Mei 2013.
Mengenai petugas sensus pertanian yang melakukan pendataan ke rumah tangga petani yang berpotensi memengaruhi calon pemilih untuk menjatuhkan pilihnya pada kandidat tertentu, Gede Suarsa menyatakan bahwa pemilih sekarang sudah cerdas sehingga sudah dapat menentukan pilihan berdasarkan hati nurani dan bukan atas pengaruh pihak lain.
Sebanyak 3.800 petugas sensus yang direkrut dalam melaksanakan kegiatan lapangan dilengkapi dengan identitas termasuk baju rompi yang berisi tulisan petugas sensus pertanian.
"Dengan demikian petugas sensus tidak mungkin dalam mengumpulkan data pertanian memengaruhi calon pemilih, karena masyarakat sudah semakin cerdas dan mempunyai pilihan atas hati nurani," tutur Gede Suarsa.
Pihahknya mendapat kucuran dana sebesar Rp1,7 miliar dari pemerintah pusat untuk menyukseskan pelaksanaan sensus pertanian tahun 2013. (*/M038)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.