Balige, Sumut (Antara Bali) - Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, menyelenggarakan lomba "Tortor" Batak antarpelajar untuk mewujudkan pelestarian nilai budaya.
Lomba tersebut sekaligus memotivasi generasi muda untuk berkreasi melalui irama gerak tubuh yang diiringi alunan musik gondang, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Toba Samosir Ultri Sonlahir Simangunsong di Balige, Senin.
"Perkembangan zaman globalisasi perlu dibentengi norma-norma budaya, untuk pencerahan secara berkelanjutan, dalam rangka melestarikan budaya," katanya.
Menurut dia, kegiatan lomba yang diikuti 19 peserta dari berbagai SLTA se Kabupaten Toba Samosir pada Jumat (15/2) itu, diharapkan dapat membangkitkan semangat para pelajar untuk menggapai prestasi dengan menjunjung tinggi nilai budaya sebagai perekat persaudaraan dan kebersamaan.
Kriteria penilaian dewan juri pada festival Tortor tersebut meliputi dasar/pakem tari, koreografi bentuk pola tortor, "wirama" keserasian gerakan dan irama musik, "wiraga" olah gerak tubuh, "wirasa" kemampuan berekspresi dalam etika adat daerah serta penampilan keserasian bersama antara penguasaan pentas dengan kostum.
Ultri menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Universitas Darma Agung Medan atas kerja sama dan kesempatan yang diberikan, hingga pihaknya dapat menyelenggarakan festival tari tortor itu di Balai Desa Monumen D.I.Panjaitan Balige yang dihadiri ribuan warga Toba Samosir. (*/T007)
