"Gubernur Pastika beberapa kali datang ke daerah kami, baik-baik saja. Kalau ada yang salah paham, maka perlu diluruskan," kata Eka Wiryastuti di Tabanan, Selasa.
Ia menganggap persoalan itu sengaja dibesar-besarkan terkait Pilkada Bali pada 15 Mei mendatang. "Mestinya hal itu jangan dibesar-besarkan, buktinya semua program kerja Pemprov di sini berjalan lancar," kata putri sulung mantan Bupati Tabanan Adi Wiryatama yang juga politikus PDIP.
Menurut dia, kegiatan pemerintahan seharusnya dilepaskan dari urusan kampanye Pilkada Bali. "Karena bantuan harus tetap diberikan kepada masyarakat, maka jangan dikaitkan dengan pilkada," kata Wiryastuti.
Sebelumnya Gubernur Pastika prihatin atas larangan terhadap dirinya melakukan kegiatan penyerahan dana bantuan Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP) dan mesin pertanian di Kabupaten Tabanan.
Menurut rencana, bantuan tersebut diserahkan Mangku Pastika di Pura Pakendungan, Tabanan. Namun setelah ada larangan, pihaknya berencana menyerahkan bantuan tersebut ke Desa Timpag, Tabanan. Akan tetapi tetap juga tidak diizinkan sehingga bantuan diserahkan di Desa Cemagi, Kabupaten Badung, Jumat (8/2). (EKA/M038/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.