"Dengan adanya unit pengolahan tersebut maka hasil panen perkebunan diarahkan mutunya sesuai standar," kata Kepala Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Perkebunan, Dinas Perkebunan Provinsi Bali, Dewa Made Sutamba, di Denpasar, Selasa.
Peningkatan mutu hasil perkebunan tersebut guna menjaga persaingan pasar yang semakin ketat saat ini. Oleh karena itu kelompok yang difasilitasi untuk saat ini adalah penghasil komoditas ekspor unggulan Pulau Dewat a, yakni kopi, kakao dan jambu mete.
"Kami memberikan fasilitas berupa sarana pascapanen untuk pengolahan produk perkebunan yang dihasilkan," ucapnya.
Dia mengatakan, setelah mutu dapat ditingkat maka selanjutnya adalah mendorong para petani itu untuk memperhatikan permintaan pasar, yakni menghasilkan produk ramah lingkungan, organik dan higienis.
Berdasarkan cacatannya, dari 1.127 kelompok subak abian yang ada di Pulau Dewata, sebanyak 115 kelompok sudah memiliki unit pengolahan hasil panen itu.
Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bali I Dewa Made Buana Duwuran mengatakan, kelompok petani seharusnya memiliki unit pengolahan hasil panen itu untuk mendapatkan pendapatan yang lebih besar. (IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.