Di jalan raya menuju gerbang Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, antrean kendaraan melimpah ke jalan raya hingga sepanjang sekitar dua kilometer hingga Sabtu dini hari.
"Kendaraan mulai datang dalam kelompok besar sekitar pukul 19.00 Wita, dan makin malam bertambah banyak. Namun pada pukul 04.00 Wita, seluruhnya sudah bisa kami seberangkan ke Pelabuhan Ketapang," kata Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Gilimanuk, Wahyudi Susianto.
Menurut Wahyudi, kendaraan yang dominan masuk ke Pelabuhan Gilimanuk dari jenis bus pariwisata dan mobil pribadi. "Cuaca juga cukup bagus, sehingga kami tidak perlu menutup sementara pelayaran seperti hari sebelumnya," ujarnya.
Sementara itu kalangan penumpang bus malam dari Malang dan Surabaya, tujuan Bali, mengeluhkan lamanya antre di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, yakni hingga berkisar empat-lima jam baru baru turun di Pelabuhan Gilimanuk.
"Bus Midas yang membawa kami sudah masuk pelabuhan saat memasuki sabtu dini hari, tetapi setelah lama antre masuk kapal, masih juga antre untuk bisa sandar di Gilimanuk. Baru sekitar pukul 06.00 kami keluar dari kawasan pelabuhan menuju Denpasar," ucap Ny Yani, yang bersama keluarganya oleh petugas dipaksa turun di Terminal Mengwi, Kabupaten Badung, karena bus antarkota antar provinsi dilarang membawa penumpang ke Terminal Ubung, Denpasar. (GBI/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.