Suryani mengaku, kekejaman majikannya sudah berlangsung sejak ia mulai bekerja enam bulan lalu.
Tidak tahan terus dipukuli dan sering dimaki-maki, bahkan diancam dipulangkan, akhirnya dia memutuskan untuk lari dari rumah majikannya, demikian dilaporkan sejumlah media massa terbitan Kuala Lumpur, Selasa.
Suryani menceritakan bahwa sejak enam bulan bekerja ditempat majikannya itu, dia terpaksa menangggung pekerjaan yang berat karena harus melakukan berbagai pekerjaan sejak pukul 05.00 hingga malam.
Dia mengaku sering diancam dipulangkan ke Indonesia jika enggan menuruti perintah majikan.
"Majikan saya selalu minta saya mengerjakan banyak pekerjaan. Pada Jumat lalu (23/11) saya bekerja hingga malam. Karena terlalu letih, keesokan harinya, saya terlambat bangun sekitar pukul 07.00 pagi. Majikan pun marah dan tidak senang dengan alasan terlambat bangun itu," ungkapnya. (*/ADT/IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026