"Dua kali tindakan teroris yang ingin menghancurkan Bali tidak berhasil, kondisi itu sebenarnya membuat teroris malu hati," kata Gubernur Pastika di Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan hal itu pada acara pengukuhan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Bali oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Irjen Pol (Purn) Ansyaad Mbai.
Bali yang menjadi sasaran teroris dengan aksinya pada 12 Oktober 2002 dan 1 Oktober 2005 sebenarnya menginginkan Pulau Dewata hancur berantakan, kekacauan yang mengarah terjadinya pertentangan SARA.
"Namun kenyataannya keinginan teroris itu tidak membuahkan hasil, masyarakat Bali tetap rukun, hidup berdampingan dengan umat lintas agama maupun dengan para pendatang dari berbagai daerah di Indonesia yang bermukim di Bali," ujar Gubernur Pastika.(*/ADT)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.