Denpasar (Antara Bali) - Perilaku seks bebas sebelum menikah dinilai merupakan salah satu hal yang memicu infertilitas atau ketidaksuburan pada usia subur pasangan suami istri dalam memperoleh keturunan.
     
"Kalau gonta ganti pasangan bisa mengakibatkan kelainan pada saluran telur pada wanita yang menyebabkan infeksi dan berujung menjadi buntunya saluran telur itu," kata ahli kandungan pada Sub-Bagian Endrokrinologi Reproduksi dan Fertilitas SMF Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, dr Putu Doster Mahayasa, SpOG (K), di Denpasar, Rabu.
     
Menurut dia, yang tergolong infertilitas pada pasangan yang telah menikah lebih dari satu tahun namun belum dikaruniai keturunan. Usia subur, lanjut Doster, untuk wanita yang cukup ideal yakni antara usia 20-30 tahun sementara pada pria usia pada 60 tahun masih bisa memproduksi sel sperma.
     
Dia mengatakan bahwa selain buntunya saluran indung telur pada wanita, kualitas air mani dan sel sperma juga sangat mempengaruhi. "Jumlah sperma harus cukup, minimal dua cc itu harus ada 40 juta sel sperma," katanya.

Selain dari segi jumlah, gerak sel sperma harus aktif dan bentuk sel yang baik. Gaya hidup yang tidak memperhatikan kesehatan juga menjadi faktor pemicu infertilitas pada usia subur, di antaranya merokok, dan minum minuman keras.
     
"Merokok, dan minum minuman keras itu mempengaruhi kesuburan. Untuk itu menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh sangat penting," katanya.(DWA/IGT)


Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026