Denpasar (Antara Bali) - Kapolda Bali Irjen Pol Sutisna mengakui, laju kendaraan operasional anggotanya di lapangan sering kali kalah cepat dibandingkan dengan yang digunakan penjambret yang belakangan banyak menyasar wisatawan asing.

"Ini juga menjadi salah satu permasalahan kita. Polisi sudah ada di mana mana, bersenjata pula. Tetapi kalau laju kendaraannya kalah cepat, ya sulit bisa memburu penjahat," katanya pada pertemuan dengan kalangan pimpinan redaksi media massa di Denpasar, Rabu.

Kondisi sepeda motor yang digunakan patroli oleh anggota Brimob yang diperbantukan di lapangan maupun mobil operasional yang siaga di jalanan, diakui sebagian kondisinya sudah kurang bagus, sehingga lajunya sering kali tidak mampu mengejar kendaraan penjahat. 

Meski begitu, Kapolda yang telah empat bulan bertugas di Pulau Dewata ini menyatakan rasa optimis akan bisa terus menekan tindak kriminalitas, baik penjambretan, pencurian, hingga kejahatan yang disertai tindakan sadis seperti penganiayaan dan pembunuhan.

"Kita telah memiliki sarana pendukung seperti kamera pengintai (CCTV) dan alat komunikasi canggih yang memudahkan aparat di lapangan berkoordinasi guna memburu para penjahat. Polisi yang bertugas di lokasi arah pelarian penjahat bisa cepat membantu melakukan penghadangan," katanya.

Pada acara yang disertai Kapoltabes Denpasar Kombes Pol I Gede Alit Widana, Kepala Bidang Humas Kombes Pol Gde Sugianyar dan jajaran lainnya itu, disebutkan bahwa kamera pengintai yang dipasang di berbagai lokasi strategis, terutama kawasan wisata Kuta dan Sanur serta wilayah perkotaan Denpasar, lebih dari 100 unit.

Pemerintah Provinsi Bali juga akan membantu peralatan pendukung keamanan, dengan merencanakan anggaran sekitar Rp5 miliar yang kini proposalnya masih dalam proses penyesuaian antara harga peralatan dan kemamapuan anggaran. "Kami akan terima barangnya saja," ucap Irjen Sutisna.

Kesiagaan aparat kepolisian di berbagai lokasi strategis yang juga menyertakan anggota Brimob, baik yang bertugas di tempat maupun melakukan patroli, diharapkan mampu menekan tindak kriminalitas yang belakangan cukup meresahkan tersebut.

Kapolda berharap dukungan masyarakat luas untuk membantu mengamankan daerah masing-masing, sehingga mampu menekan ruang gerak para penjahat yang selalu beraksi mencari kelengahan petugas dan masyarakat.

"Kami terus menyesuaikan kesiagaan petugas di lapangan dengan perkembangan aksi kejahatan terkini. Kalau banyak aksi kejahatan dini hari, sebagian aparat difokuskan untuk bertugas pada jam-jam tersebut," ujarnya.

Peningkatan data temuan kasus kejahatan belakangan ini, katanya, bukan semata-mata terjadi peningkatan tindak kriminalitas di jalanan, melainkan berkat keberhasilan memberantas perjudian seperti togel atau toto gelap.

Meski begitu, ia mengakui baru mampu menangkap jaringan penjudi togel lapisan bawah, seperti pengecer, pengepul dan agen, sedangkan untuk meringkus bandarnya masih memerlukan kerja keras agar memenuhi bukti-bukti terjadinya tindak kejahatan.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026