"Setelah kami timbang, berat kotornya sekitar 4,5 kilogram, tapi kalau berat bersihnya sekitar 4,036 kilogram," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Bali Komisaris Besar Polisi Gde Sugianyar di Denpasar, Selasa.
Sabu-sabu yang semula berjumlah 560 kapsul, kini bertambah menjadi 580 butir. Ketujuh tersangka masih terus menjalani pemeriksaan intensif dai tim dokter untuk mengecek kemungkinan adanya kapsul yang belum berhasil dikeluarkan dari perut mereka.
Pengembangan juga terus dilakukan dengan saling tukar informasi antara Polda Bali dengan tim Badan Nasional Narkotika (BNN) dan agen pemberantasan obat terlarang Amerika Serikat, "Drug Enforcement Administration" (DEA).
Tim DEA sudah datang meneliti barang tersebut, termasuk untuk mengkonfirmasi keterkaitan jaringan narkoba warga Iran yang sebelumnya juga pernah tertangkap di Jakarta dengan modus serupa.
Kepala Badan Narkotika Provinsi (BNP) Bali, I Gusti Ketut Budiartha mengakui bahwa sampai saat ini bandara internasional Ngurah Rai belum memiliki pendeteksi tubuh dan petugas hanya mengandalkan kejelian pada gerak-gerik penumpang yang mencurigakan.
"Alat bantuan BNN yang dulu pernah diberikan tidak berfungsi secara maksimal dan alat ini akan diganti dengan 'X-Ray' yang dapat digunakan untuk mendeteksi barang, baik organik maupun anorganik," kata dia.
Sebanyak tujuh warga Iran ditangkap tim gabungan Bea Cukai, dan Direktorat Narkoba Polda Bali di Bali, beberapa waktu lalu. Mereka ditangkap di dua tempat berbeda, yaitu satu di Bandara International Ngurah Rai Tuban dan enam pelaku ditangkap dari dalam Hotel Simpan Inn, Legian, Kuta.
Ketujuh pelaku itu adalah, Daryoush Omid Ali, Alireza Safarkhanloo, Bahman Mirzaei, Masoud Soltaninabizadeh, Saeid Soltaninabizadeh, Mohsen Muhammadiargasl, dan Mehdl Alinejadgolestan.
Pada Rabu (16/12), instansi terkait seperti kepolisian, BNP, Imigrasi, Bea Cukai dan PT Angkasa Pura akan melakukan rapat khusus guna mengantisipasi penyelundupan narkoba melalui bandara. Untuk pengembangan kejahatan lintas negara ini, sudah ada saling tukar informasi. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026