"Harusnya ada standar, seperti layaknya masakan Perancis, Jepang, dan berbagai masakan luar negeri lainnya sehingga kapan pun wisatawan datang ke sini dapat mengecap rasa yang sama," kata Heinz van Holzen, juru masak dari Jerman yang sudah lama menetap di Pulau Dewata, di Denpasar, Jumat.
Menurut dia, standar kuliner Bali adalah dengan cita rasa khas yang pedas dan menggunakan berbagai rempah-rempah, hal itu sesungguhnya tak menjadi masalah bagi wisatawan mancanegara.
Banyak turis yang datang ke Pulau Dewata mau coba masakan daerah, hanya saja sangat sedikit restoran yang menyediakan dan tidak ada hotel yang menyajikan kuliner khas Bali.
Sementara itu Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Ngurah wijaya, mengatakan, penerapan standar kuliner itu bukan berarti memunculkan menu masakan khas Pulau Dewata yang baru, namun ingin mendorong para juru masak untuk mengidentitaskan diri dalam masakan.
"Jika tidak kita, siapa lagi yang akan memberikan identitas sehingga sajian khas Bali menjadi tuan rumah di negerinya sendiri," ucapnya.(IGT)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.