Ketua DPR RI Marzuki Alie menjawab pertanyaan wartawan usai menutup secara resmi Sidang Umum ke-33 AIPA di Lombok, NTB, Jumat, menjelaskan, sampai berakhirnya Sidang Umum ke-33 AIPA yang berlangsung 16-22 September, hanya dua delegasi memberikan perhatian terhadap isu Rohingya, yaitu Indonesia dan Myanmar.
Dalam sidang Komite Eksekutif di Yogya Juli lalu serta sidang tambahan tanggal 17 September pagi, tidak ada yang mengusulkan isu tersebut jadi akhirnya tidak menjadi agenda Sidang Umum ke-33 AIPA. "Namun Delegasi Indonesia memberi perhatian, termasuk Myanmar," katanya.
Ia menambahkan Ketua Delegasi Indonesia Priyo Budi Santoso telah secara tegas menyatakan sikap dalam pidato pada rapat pleno pertama. Disampaikan pula permintaan kepada Pemerintah Myanmar agar memberikan perlindungan kepada etnis muslim Rohingya serta menuntaskan konflik tersebut secara damai dan adil.
"Saya pikir salah anggapan tidak adanya resolusi yang menyinggung Rohingya berarti masalah ini tidak penting," katanya.(*/T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.