"Sama dengan pegawai di pemkab, kami juga minta pelajar untuk menggunakan kain tersebut sebagai salah satu seragamnya," kata Bupati Jembrana, I Putu Artha, Selasa.
Menurut Artha, dengan kebijakan ini akan diperoleh banyak manfaat antara lain pemberdayaan perajin tenun tradisional, dan melestarikan motif kain khas Jembrana.
Ia menilai, jika konsumen kain endeg dengan motif makepung hanya dari pegawai saja, maka pemberdayaan perajin tidak bisa kontinyu karena pengadaan seragam pegawai tidak dilakukan tiap tahun.
"Tapi kalau konsumennya sekolah-sekolah sebagai bahan seragam, tiap tahun kan ada penerimaan murid baru yang otomatis perlu seragam baru juga," ujarnya.(GBI/IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.