Menggunakan data dari Administrasi Keamanan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional tentang kematian di jalan di 14 negara bagian, para peneliti juga menemukan bahwa para laki-laki dan orang yang berkendaraan di malam hari adalah yang paling mungkin mengonsumsi alkohol, ganja, atau obat-obatan terlarang yang muncul pada layar toksikologi setelah kecelakaan tersebut.
Hasil penelitian itu muncul di jurnal Addiction. "Lebih dari separuh sopir-sopir yang terluka parah di Amerika Serikat mengonsumsi alkohol atau obat-obatan lainnya dan lebih kurang 20 persen menggunakan (dua atau lebih) obat-obatan," tulis Joanne Brady dari Universitas Columbia dan rekan-rekannya.
Dari 20.150 supir yang terluka parah pada 2005 hingga 2009, 57 persen teruji positif untuk sekurang-kurangnya satu obat, termasuk satu dari lima orang yang mengkonsumsi obat-obatan dalam tubuh mereka.(IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026