Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali sebelumnya melansir sebanyak 300 hektare lahan pertanian mengalami kekeringan atau sekitar 0,39 persen dari total tanaman padi seluas 79.000 hektare.
"Sering kami amati di lapangan walaupun ada saluran air tetapi terdapat kebocoran pada saluran irigasi tersier, sehingga tidak sampai menuju ke lahan petani di hilir," kata Ketua DPD HKTI Bali, Nyoman Suparta, dalam sebuah diskusi di Denpasar, Kamis.
Menurut dia, para petani mengharapkan agar proyek ke depan ada pengendalian dan perbaikan pada sistem pelaksanaan proyek irigasi.
Pelaksanaan tersebut menyangkut bentuk bangunan irigasi, hingga perbaikan pada saluran tersier sehingga petani mendapatkan air yang cukup guna mengairi lahan persawahannya.
Selain kebocoran saluran irigasi, ia juga menilai perlunya pemanfaatan bendungan yang lebih efektif dalam penyediaan air.(DWA/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.