"Untuk mengatasi kekurangan pasokan daya listrik di Bali dilakukan dengan jalan interkoneksi Jawa-Bali dengan proyek 'Bali Crossing' tersebut," kata Gubernur Mangku Pastika di Denpasar, Senin.
Usai menghadiri sidang DPRD Bali, ia mengatakan, pembangunan tiang penyangga kabel interkoneksi listrik yang menghubungkan Jawa dengan Bali tersebut akan dibangun di pinggir Taman Nasional Bali Barat (TNBB) Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.
"Tentu pembangunan menara itu berdasarkan kajian agar tidak menganggu hutan lindung termasuk lingkungan sekitarnya," katanya.
Selain itu, kata Gubernur Mangku Pastika, ke depan pemerintah juga berupaya mencari jalan lain untuk ketersediaan pembangkit listrik yang ramah lingkungan, antara lain tenaga surya, air maupun tenaga angin.
"Kita terus berupaya mengatasi ketersediaan daya listrik di Pulau Dewata, sehingga ke depannya listrik di Bali mencukupi. Agar tidak seperti sekarang, terjadi pemadaman bergilir," ujarnya.
Ia mengatakan, total daya kelistrikan Bali 562 MW yang berasal dari tiga pembangkit yaitu PLTG Gilimanuk sebesar 130 MW, PLTG Pemaron Kabupaten Buleleng 80 MW dan PLTG atau PLTD Pesanggaran Denpasar 152 MW, ditambah kabel laut dari Pulau Jawa 200 MW.
"Dengan adanya pemeliharaan pada PLTG Gilimanuk yang berkapasitas 130 Megawatt (MW), Bali kehilangan energi sebesar itu, sehingga rentan terjadi pemadaman listrik bergilir," ucapnya.
Sementara itu General Manager PLN Regional Bali Arifuddin Nurdin awal Oktober lalu menjelaskan, pembangunan "Bali Crossing" mempunyai kapasitas pasokan listrik sampai 1.600 MW.
Ia mengatakan, daya listrik sebanyak itu akan mampu mengatasi listrik di Bali, termasuk juga menerobos terisolasinya puluhan desa di Karangasem yang hingga kini belum dapat menikmati listrik.
Selain itu kata Arifuddin, kehadiran "Bali Crossing" juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan listrik sampai 2019, setelah proyek itu tuntas tiga tahun mendatang.
"Dalam kurun waktu itu sudah sepatutnya Pemprov Bali dan pemkab/pemkot bersatu dalam mewujudkan pembangkit listrik sendiri," katanya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.