"Ego sektoral dan arogansi kedaerahan yang selama ini menjadi salah satu penghambat laju pembangunan daerah Bali tidak boleh diterapkan dalam penanganan kemiskinan maupun program pembangunan secara menyeluruh di Kabupaten Buleleng," katanya saat menyampaikan sambutan pada pelantikan Bupati dan Wabup Buleleng di Denpasar, Senin.
Ia mengingatkan, permasalahan kemiskinan di Kabupaten Buleleng memerlukan penanganan secara simultan dan terkoordinasi.
Demikian juga, kata Pastika, dengan program-program Bali Mandara seperti Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri), Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), Bedah Rumah, dan beasiswa bagi anak keluarga kurang mampu serta pemberdayaan masyarakat lainnya agar mendapat perhatian serius dalam realisasinya bagi masyarakat Buleleng.
"Kami berharap program tersebut diintegrasikan dengan program pembangunan kabupaten akan disusun. Dengan demikian akan mendorong terbangunnya pola pembangunan Bali yang terintegrasi dan kemiskinan dapat tertangani secara efektif," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, dalam menggerakkan perekonomian Buleleng tentu saja pihaknya masih memerlukan bantuan Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah pusat.
Suradnyana bertekad dapat mendorong pembangunan infrastruktur di Buleleng sehingga keseimbangan Bali bagian utara dengan selatan dapat terealisasi.(LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.