Denpasar (Antara Bali) - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Ida Bagus Kade Subhiksu mengatakan, objek wisata pantai menjadi daya pikat wisatawan China mengunjungi Pulau Dewata.

"Itulah sebabnya, objek wisata Tanah Lot, Kuta, Uluwatu, dan beberapa objek wisata laut serta pantai lainnya di Bali  dipenuhi oleh wisatawan asal China," katanya di Denpasar, Minggu.

Bahkan saat ini kunjungan wisatawan dari Negeri Tirai Bambu itu, ujar dia, menduduki peringkat kedua terbesar setelah Australia.

Menjadi cukup beralasan wisatawan China senang wisata pantai karena sebagian besar yang datang berasal dari daerah pegunungan di China. Sampai saat ini, tren kunjungan wisatawan China naik sekitar 15-24 persen.

Dalam waktu dekat ini, lanjut dia, bahkan ada 39 Kepala Dinas Pariwisata dari beberapa provinsi di China akan berkunjung ke Pulau Dewata.

"Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan asal China disebabkan antara Bali dan China secara historis memiliki kedekatan emosional. Selain itu transportasi dan aksesnya juga makin mudah," ujarnya.

Subhiksu membantah jika membanjirnya wisatawan asal China ke Bali karena China identik dengan wisatawan miskin dan Bali dijual terlalu murah.

Lama tinggal wisatawan asal China di Bali rata-rata empat sampai lima hari. Sedangkan jumlah yang dibelanjakan selama tinggal di Bali antara 100 sampai 110 dolar AS. (LHS/T007)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026