"Banyak pelaku ekonomi di sini mempertahankan untuk menyajikan beragam kuliner tradisional, sebab hal itu merupakan potensi sekaligus ikon dari desa ini," kata Ketua Yayasan Pembangunan Sanur Ida Bagus Gede Sidharta Putra, di Denpasar, Minggu.
Sanur berkembang mengikuti denyut pariwisata Bali, tetapi tetap memperhatikan sosio budaya dan mempertahankan suasana desa yang asri. Suasana itu dilengkapi dengan beragam warung yang menyajikan menu masakan khas Pulau Dewata.
Di wilayah Sanur, terdapat banyak waru yang menyajikan menu tersebut, seperti nasi campur dan ikan laut lengkap dengan sayurnya.
"Sebut saja Warung Men Weti, Warung Adi, Warung Jukut Undis, Warung Khrisna serta warung kecil di kawasan Pantai Matahari Terbit hingga Mertasari yang menyajikan menu tersebut," ujar Sidharta.
Untuk itu dirinya berterima kasih kepada para perintis usaha kuliner tradisional yang mampu mengangkat nama daerah itu sehingga disukai para pelancong. Selain menu utama, aneka kudapan jajanan khas Bali juga dapat dinikmati wisatawan domestik hingga mancanegara.
IB Alit Awathara, koordinator festival makanan SVF mengatakan, festival kuliner merupakan ajang representasi warung serta restoran yang telah lama beroperasi di Sanur.(IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026