Padang (Antara Bali) - Anggota DPRD Padang Muharlion menilai tayangan televisi saat Ramadhan terutama program sahur dan berbuka puasa minim nilai religius.
"Tayangan televisi saat sahur dan berbuka lebih banyak menampilkan program komedi yang minim nilai religius dan jauh dari nilai-nilai Ramadhan, katanya di Padang , Jumat.
Menurutnya, tayangan waktu sahur dan berbuka terutama acara komedi hanya memberikan hiburan terhadap otak, namun tidak memberikan pencerahan bagi jiwa dan mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan Allah.
Dalam menampilkan program Ramadhan, stasiun televisi jangan hanya mengejar rating semata dalam membuat acara.
"Program yang ditampilkan harus memberikan nilai-nilai yang baik serta pencerahan dan menjadikan masyarakat semakin menghayati nilai-nilai Ramadhan," lanjut dia yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Padang.
Dikatakannya, fenomena yang terjadi saat ini penyelenggara televisi berusaha mengemas acara yang menarik agar banyak ditonton masyarakat.(IGT/T007)