Kelompok yang beranggotakan 37 orang itu memanfaatkan potensi perkebunan seperti jambu mente, kelapa, tebu, dan komoditas perkebunan lainnya meskipun kawasan itu berkembang sebagai daerah pariwisata, kata Kadis Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Badung I Gusti Ketut Sudaratmaja, Sabtu.
Hasil olahan Kelompok Wanita Tani (KWT) Bus Asri cukup bervariasi serta sudah pernah mengikuti pameran dalam memeringati hari pangan di Baha dan Festival Budaya Pertanian di Petang, Kabupaten Badung.
Dalam lomba kali ini mengikutsertakan empat produk olahan yang meliputi kopi juwet, jajan mereng kelapa, pembuatan sari tebu, dan jamu kunir.
Sudaratmaja menambahkan, dalam memenuhi kebutuhan pangan yang cukup dan bergizi, masyarakat hendaknya mampu menciptakan makanan yang sehat dan bergizi.
I Nengah Intaran dari Tim Penilai KWT Tingkat Provinsi Bali mengatakan bahwa wanita Bali sangat kreatif dalam membuat olahan pangan, terbukti hingga saat ini sudah lebih dari 2.000 jenis produk olahan nonberas yang dihasilkan.(IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.