Buleleng, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Buleleng mengutamakan pangan lokal yang dijual di pasar murah menjelang hari besar keagamaan seperti Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.

"Pelaksanaan gerakan pangan murah dan lokal merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pangan dan juga serangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-422 Kota Singaraja," kata Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra di Taman Kota Singaraja Kabupaten Buleleng, Minggu.

Ia menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat yang hadir dan berbaur dalam kegiatan pangan murah tersebut sebagai wujud dukungan kepada program pemerintah dalam ketahanan pangan.

Menurut dia, antusiasme masyarakat menunjukkan dukungan terhadap berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan pemerintah daerah.

"Antusias masyarakat sangat luar biasa dalam menyambut HUT Ke-422 Kota Singaraja. Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat yang telah hadir dan berbaur dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Sutjidra juga menyatakan gerakan pangan murah juga sebagai upaya memastikan ketersediaan bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau bagi warga.

"Di samping itu, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi pelaku usaha untuk menghadirkan beragam produk unggulan yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki nilai gizi dan kearifan lokal,” katanya.

Kegiatan tersebut juga melibatkan puluhan pelaku usaha yang menghadirkan berbagai produk pangan lokal. Selain membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, kegiatan ini sekaligus menjadi wadah promosi bagi produk-produk unggulan daerah.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan lokal, dalam kegiatan ini juga digelar lomba makan buah lokal yang diikuti dengan antusias oleh peserta.

Sutjidra mengungkapkan lomba tersebut merupakan kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan dalam rangkaian peringatan HUT Kota Singaraja.

“Lomba makan buah ini pertama kali kita adakan. Gagasannya adalah bagaimana potensi buah lokal Buleleng dapat kita sosialisasikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Adapun lomba tersebut sekaligus menjadi kampanye untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap buah-buahan lokal yang menjadi kekayaan alam Buleleng, seperti salak Busungbiu, anggur Banjar dan Seririt, jambu kristal, pisang di Gerokgak, serta srikaya atau silik dari Kubutambahan dan Tejakula.

“Kita ingin masyarakat semakin mencintai produk-produk pertanian dan perkebunan dari petani lokal yang ada di Kabupaten Buleleng,” tambahnya.

 



Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026