Aksi protes tersebut dilakukan para aktivis dengan cara melaburi dirinya dengan madu dan saus yang berkumpul di Lapangan Puputan Badung Denpasar, pada Rabu.
Koordinator ProFauna Bali Jatmiko Wiwoho mengatakan, hasil penyelidikan dan penelitian pihaknya menunjukkan bahwa aksi konsumsi satwa liar itu sudah memprihatinkan.
Ada tujuh kota besar di Tanah Air, tambah dia, yang sebagian masyarakatnya mengonsumsi satwa liar, yakni Denpasar, Surabaya, Malang, Jakarta, Yogyakarta, Palembang, dan Medan.
Jatmiko menambahkan, satwa liar yang dikonsumsi adalah monyet, trenggiling, penyu, lutung, ular, biawak dan landak.(IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026