Para turis yang kebetulan berada di sekitar kawasan Pantai Kuta, terutama tertarik aksi tarian tor-tor yang dibawakan oleh sejumlah pendemo.
Sejumlah pengunjuk rasa berpakaian adat daerah tersebut menari diiringi musik tradisional Mandailing.
Sementara sejumlah pendemo lainnya membawa berbagai spanduk dan poster berisi tulisan kecaman terhadap Malaysia yang mereka anggap telah mencuri budaya asli warga Mandailing.
"Kami melakukan aksi unjuk rasa damai ke Konsulat Malaysia ini untuk memprotes rencana pemerintah Malaysia mendaftarkan tari Tor-Tor dan Gordang Sambilan Mandailing ke Unesco," kata Penasehat IKBB Yusri Nasution AM Lubis.
Menurut dia, tarian tersebut warisan leluhur suku Batak sejak ratusan tahun lalu, sehingga tidak relevan jika ada pihak lain yang mengklaim sebagai warisan budayanya.(IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.