Tabanan (ANTARA) - Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyebut Festival Imlek 2577 Kongzili yang digelar Selasa (10/3) merupakan bentuk perayaan Cap Go Meh di Tabanan yang menampilkan budaya Tionghoa berpadu dengan berbagai seni lintas etnis, suku dan agama.
Menurutnya hal ini menjadi bagian dari harmoni penuh kebersamaan yang perlu selalu dijaga dan dipelihara.
“Sangat luar biasa. Dari awal kita mengikuti parade dan menyaksikan kesenian nusantara yang sangat mempesona. Ini membuktikan bahwa tidak salah Kementerian Agama mempredikatkan Tabanan sebagai kota harmoni di seluruh Indonesia,” ujarnya saat menghadiri Festival Imlek di Jalan Gajah Mada, Tabanan.
Bupati menambahkan, telah menjadi tugas pemerintah untuk memastikan seluruh warganya merasa dilindungi dan dihargai dalam keberagaman, sehingga tercipta kehidupan yang rukun, damai, dan harmonis.
“Di mana kaki dipijak, di situ langit dijunjung. Kita semua bersaudara. Tugas saya sebagai Bupati adalah mengayomi semua umat agar hidup rukun dan damai. Inilah yang disebut harmoni,” kata I Komang Gede Sanjaya
Sementara itu Ketua Panitia Liem Surya Adinata menjelaskan Festival Imlek dan Cap Go Meh ini telah tiga kali digelar secara berturut-turut di Tabanan.
“Festival ini bukan hanya tradisi milik warga Tionghoa, tetapi milik kita semua. Sesuai tema tahun ini, Harmoni Imlek Nusantara, ini adalah wujud nyata keragaman budaya yang kita miliki. Mari jadikan momentum ini untuk semakin mempererat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” tambahnya.
Sebelum acara puncak, Bupati Tabanan didampingi Wakil Bupati dan perwakilan DPRD Tabanan meramaikan acara dengan melakukan demo masak nasi goreng. Nasi goreng dalam porsi cukup besar tersebut dibagikan kepada warga yang hadir.
Demo masak ini dimaknai sebagai pesan, keberagaman masyarakat dapat berpadu seperti bahan-bahan nasi goreng yang dicampur menjadi satu hidangan.
I Komang Gede Sanjaya menjelaskan, nasi goreng menjadi salah satu simbol menyatunya berbagai bahan dan bumbu yang ditakar tepat dalam satu hidangan, walaupun berbeda-beda namun bisa menyatu dalam harmoni menghasilkan cita rasa lezat.
Pewarta: Pande YudhaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026