"Pariwisata sering dituduh sebagai faktor yang mengomersialisasi dan mencemarkan budaya lokal," kata Wiendu sebagai pembicara utama dalam Asia Tourism Forum (ATF) 2012 yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung di Gedung Merdeka, Bandung, Selasa.
Namun, menurut Wiendu, apabila direncanakan dan dikelola secara tepat pariwisata justru bisa mempertahankan dan turut melestarikan budaya lokal.
Budaya, kata Guru Besar Arsitektur dan Perencanaan Pariwisata Universitas Gadjah Mada itu, pada dasarnya tidak ada yang bersifat tetap melainkan terus berubah sesuai dengan dinamika kehidupan masyarakat setempat.
"Budaya mengalami perubahan terus menerus dan diproduksi ulang oleh generasi penerus," ujarnya.(*/T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.