"Upaya revitalisasi subak itu sangat penting dan mendesak, mengingat banyak permasalahan yang dihadapi di tengah perkembangan sektor pariwisata yang pesat," kata Prof Windia yang juga ketua grup riset sistem subak Unud di Denpasar, Minggu.
Ia mengatakan, revitalisasi subak itu mengandung sebuah keniscayaan, untuk menjadikan salah satu wadah organisasi tradisional itu tetap eksis dalam perkembangannya di masa mendatang.
Awalnya cakupan pengelolaan sistem subak hanya bertumpu pada air irigasi, dalam perkembangannya juga mencakup penggembala itik yang memanfaatkan lahan subak dan belakangan ini membentuk wadah koperasi, sebagai upaya memberdayakan ekonomi anggota.
"Permasalahan subak di Bali yang dihadapi semakin komplek dan peluang untuk melakukan transformasi semakin rumit," ujar Prof Windia yang juga Ketua Dewan Harian 1945 Provinsi Bali itu.(IGT)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.