"Pengapalan mata dagangan tersebut ke pasaran luar negeri, dari segi volume maupun nilai masing-masing mengalami penurunan 40,50 persen dan 48,91 persen dibanding tahun sebelumnya," kata Kepala Biro Humas Pemprov Bali, I Ketut Teneng di Denpasar, Selasa.
Ia mengatakan, mata dagangan lilin dalam berbagai bentuk dengan menonjolkan unsur seni untuk kelengkapan ritual maupun pesta ulang tahun dan pernikahan itu sangat berfluktuasi.
Hal itu sangat tergantung dari permintaan pasaran luar negeri, disamping pengusaha terus melakukan upaya perluasan pasar, tutur Ketut Teneng.(*/T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.