Komitmen tersebut dituangkan dalam perjanjian kerja sama "Bali Beach Clean Up" yang ditandatangani pihak CCAI yang diwakili oleh General Manager Trade Suhardianto dengan Kepala Desa Adat Kuta I Gusti
Ketut Sudira di Pusat Konservasi Penyu Pantai Kuta, Minggu.
"Kami ingin terus berkontribusi mewujudkan Pantai Kuta yang lebih baik. Kami mengerti benar bahwa dengan infrastruktur yang layak, turis dan masyarakat pun semakin nyaman saat menikmati pantai," kata Suhardianto.
Poin penting yang tertuang dalam naskah kerja sama tersebut adalah CCAI bersama Quicksilver dan Desa Adat Kuta berkolaborasi merawat aset di objek wisata tersebut, baik dalam bentuk infrastruktur maupun sumber daya manusia.
Selain itu, tertuang pula perjanjian mengenai program perlindungan satwa Penyu Lekang dan program edukasi bagi petugas kebersihan pantai.
Sementara itu, Kepala Desa Adat Kuta I Gusti Ketut Sudira menyambut positif kerja sama dengan perusahaan multinasional tersebut.
"Selama dua tahun ini sudah banyak yang kami lakukan bersama Coca-Cola dan membawa dampak positif bagi semua pihak. Tanpa kehadiran Coca-Cola dan Quicksilver, Pantai Kuta tak sebersih sekarang. Pemprov Bali dan Pemkab Badung tahu kontribusi mereka berdua," katanya.
Dalam penandatanganan perjanjian tersebut, Coca-Cola menyerahkan penggunaan jalan setapak berlapis batu hampar (paving stone) sepanjang 150 meter yang dibangun produsen minuman ringan asal Amerika Serikat yang masuk ke Tanah Air pada 1927 itu.
Tadinya pihak Desa Adat Kuta sempat menolak pembangunan jalan tersebut karena dianggap mengganggu kesakralan Setra Asem Celagi sebagai lahan pengabenan warga Desa Adat Kuta.
"Namun ternyata kalau hujan jalan menuju setra itu becek sehingga menyulitkan masyarakat yang menggotong jenazah, akhirnya masyarakat sini setuju jalan dibangun. Sekarang kalau hujan sudah tidak becek lagi," kata Ketut Sudira.
Sementara itu, Regional Manager Marketing East Island Rudy Bastian menambahkan bahwa kerja sama
Bali Beach Clean Up tidak hanya dengan Desa Adat Kuta, melainkan juga dengan Desa Adat Seminyak, Desa Adat Legian, Desa Adat Jimbaran, dan Desa Adat Kedonganan.
Kelima desa adat yang berada di wilayah Kabupaten Badung itu menjadi tempat favorit wisatawan mancanegara dalam menghabiskan masa liburannya di Pulau Dewata.
"Program itu murni bentuk tanggung jawab sosial kami (CSR). Jadi, kami tidak itung-itungan investasi," kata Rudy seraya menambahkan bahwa untuk kebersihan pantai pihaknya merekrut 70 petugas kebersihan dari warga desa adat, empat unit traktor, 400 tong sampah, dan 17 unit mesin pendingin Coca-Cola di bawah hamparan pasir pantai.(M038)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.